Dulu waktu SMA tepatnya di Sekolah Pertaniann Menengah Atas (SPMA) saya punya teman satu asrama (di sekolah disediakan asrama putri untuk siswi yang rumahnya jauh atau dari luar kota) yang rambutnya 70% sudah berubah warna menjadi putih atau abu2,,saat itu saya hanya merasa aneh dan bertanya-tanya dalam hati (klo tanya langsung gak berani takut tersinggung ),masih muda kok rambutnya udah berubah warna. pertanyaan itu masih belum terjawab sampai saya lulus SMA dan berpisah dengan teman2 diasrama.
selepas SPMA sya melanjutkan kuliah di Yogyakarta dan aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan bekerja part time di toko, saya berangkat pagi pulang malam karena selepas kuliah langsung mengikuti kegiatan ini dan itu. entah karena stress (salah satunya karena kiriman telat hee,,,he,,kantong menipis ) atau karena kurang terawat rambut menjadi rontok dannnn OMG .. dikepala saya ternyata banyak ubannya..nah loh ..kok bisa padahal usia saya masih20 Tahunan. pada tahun angkatan berikutnya saya punya teman adik angkatan yang juga 70 % Rambutnya berwarna putih ke abu-abuan,saya tanya apa rambut kamu dicat barangkali aja dia sedang mengikuti gaya boy band korea atau artis luar negeri,,ternyata jawaban dia emang rambutnya dia asli begitu bukan karena diwarnai atau keecemplung cat tembok ha..ha...sya berfikir ah mungkin karena dia cowok dan merokok jadi rambutnya gak sehat kurang nutrisi. Nah loh klo yang perempuan dan masih muda kenapa bisa beruban??
Minggu, 20 Maret 2016
Senin, 01 Februari 2016
Jejak desa Kelahiranku; desa Terusan
A.
Asal – Usul
Desa (sasakala) / Legenda Desa
Desa terusan merupakan desa yang terletak di
Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu, desa terusan sebagai dsa penyangga kota
Indramayu yang secara administratif di sebelah utara berbatasan dengan Desa
Dermayu, Sebelah Timur Berbatasan dengan Desa Kelurahan Bojongsari, sebelah
Selatan berbatasan dengan desa Panyindangan wetan dan sebelah Barat berbatasan
dengan Desa Kenanga.
Menurut cerita Asal usul Desa Terusan ini yaitu sebutkan bahwa Desa Terusan terbentuk
pada masa berdirinya kesultanan Cirebon, yaitu pada masa pemerintahan Pangeran
Sunan Gunung Jati, dimana pada waktu itu pangeran Cakra Buana (dikenal dengan
nama Ki Kuwu Sangkan / Ki Kuwu Carbon ) Mempunyai anak angkat yang sangat
cantik rupawan. Gadis rupawan tersebut bernama
Nyai Mas Ganda Sari.
Karena kecantikannya Nyi Mas Ganda Sari
Menjadi rebutan para pinangeran atau Ki
Gede, karena kerupawanannya banyak pinangeran dan Ki Gede tertatarik dan keasmaraanya ( Jatuh cinta )
kepada Nyai Mas Ganda Sari dan bermaksud meminangnya. Begitu banyak pangeran
yang bermaksud meminang sehingga membuat galau Nyi Mas Ganda Sari, oleh karena
itu Nyai Mas Ganda Sari berfikir dan
mengadakan Sayembara, dia berucap “
Barangsiapa yang tanding jurit[1] ( Berperang ) dan mengalahkan Nyai Mas Ganda
Sari, apabila dia seorang laki-laki maka akan diangkat menjadi suami dan Jika
seorang Perempuan maka akan dijadikannya Saudaranya “ Demikian isi dari
sayembara tersebut.
Singkat cerita, para Pinangeran / Ki Gede yang meminang Nyai Mas Ganda Sari saling
tanding jurit dengan Nyai Mas Ganda Sari, dari semua pangeran dan Ki Gede
tidak ada yang bisa mengalahkan kesaktian Nyai Mas Ganda Sari hingga
tertinggal Seorang Ki Gede yaitu Ki Gede dari pekaandangan yang bernama Ki
Kandang Garu.
Pada pertandingan jurit terakhir ini Nyai Mas
Ganda Sari Keseseg ( dapat dikalahkan ) oleh Ki Gede Kandang
Garu, Karena kalah dan terdesak Nyai Mas Ganda Sari berupaya melarikan diri
sehingga terjadi kejar-kejaran dengan Ki
Kandang Garu, saat berlari dari kejaran
Ki Kandang Garu Nyai mas Ganda Sari Jatuh kerena tersrimped[2]
tanaman Padi Ketan Hitam sehingga
kedepok[3]
( kemudian mengucap apabila dikemudian hari menjadi desa dinamakan blok Ki
Depok ) walau sempat kedepok Nyai Mas
Ganda Sari belum menyerah sehingga dia masih berlari terus – menerus dengan /
sampai dedel[4].
Sehingga Ki Kandang Garu yang melihat
Nyai Mas Ganda Sari berlari terus menerus samapai dedel mengucap kalau
dikemudian hari desa ini dinamakan Desa Terusan dan Sukadedel.
Minggu, 31 Mei 2015
pentingnya membaca buku
Membaca buku bagi sebagian orang adalah hobi yang menyenangkan, menjadi rutinitas bahkan kewajiban, rasanya tek membaca sehari ada yang kurang, akan tetapi bagi sebagian orang membaca buku adalah hal yang sulit untuk dilakukan, walaupun disodorkan dengan jenis atau judul buku yang bagus atau bahkan terbaru masih belum tentu tertarik, kenapa bisa terjadi ? faktanya masyarakat kita memang masih belum menempatkan kegiatan membaca sebagai kegiatan kebiasaan maka jarang kita jumpai orang dijalan atau di tempat umum sedang asyik membaca, membeca seperti hal yang ekstrim, kondisi tersebut sepertinya bertambah karena efek perkembangan teknologi Informasi dan smartphon yang hampir semua orang memilikinya maka membaca buku adlah hal yang langka, banyak survei yang hasilnya menyatakan bahwa tingkat minat baca dan Literasi negara Indonesia jauh dibawah negara - negara lain, PR yang serius untuk pemerintah dan institusi pendidikan. jargon dan slogan membaca yang diusung pemerintah lewat perpustakaan sepertinya belum memberi efek terhadap peningkatan minat membaca.
pengalam saya sendiri yang berkecimpung di dunia kepustakawanan waktu kerja hanya terbatas pekerjaan teknis perpustakaan , padahal banyak peluang yang ingin digapai tentunya dengan kesempatan yang ada atau diberikan, kesempatan untuk melakukan kegiatan pustakawan non teknis sehingga bisa mengaplikasikan keilmuannya dan juga menjalankan perannya sebagai motivator minat baca. saya berharap kedepan profesi langka ini semakin menampakan kejelasannya, sehingga tak ada istilah pustakwan banting stir ke hal yang lain. kembali ke minat baca dulu sejak kecil saya dan saudara suka membaca buku, orang tua hanya lulusan SD Pun tak tamat, tetapi hal kami ingat kenapa kami suka membaca adalah kebiasaan ibu saya yang berdongeng dan bercerita kepada kami anaknya setiap sebelum tidur, hingga kami sudah sering berimajenasi dan efek yang saya rasakan alah kehausan akan pengetahuan baik itu tentang cerita yang lambat laut menular menyukai apapun yang dibuku, memang saya akui zaman sekarang beda dengan zaman saya dulu kecil sepertinya godaan zaman ini lebih berat. para orang tua akan memilih hp daripada bercanda ria dengan anaknya atau sekedar menemani mengerjakan PR. Para pelajar atau mahasiswa lebih memilih berselancar di internet atau menghabiskan waktunya nonton film korea ataupun main game, sungguh perpjuangan tanpa batas untuk para pendidik, pustakawan dan pemerintah.
kalau kondisi ini akan dibiarkan maka keadaan kemajuan Indonesia pada masa yang akan datang tidak terlampau mengalami peningkatan atau bahkan kemunduran, kasus pelecehan yang dilakukan anak remaja salah satunya efek penggunaan internet yang terawasi, kasus kriminal dipacu informasi dari layar genggam sehingga semakin kompleks lah tantangan ini. buku dan kegiatan belajar semakin ditinggalkan, tempat hiburan dan tongkrongan serta watak hedonis mulai menyerang kaum muda Indonesia.
pentingnya membaca padahal banyak sekali membaca memberi manfaat agar otak kita selalu muda, mencegah lupa, sebagai referensi dari ilmu pengetahuan yang kita cari, efek refreshing dan tentunya menjadikan agar kita insan yang beruntung bukankah agama islam agama kita mengajarkan kita untuk selalu mencari ilmu dan mengamalkannya?? nah membaca tentu salah satu caranya, mau pintar dan dapat pahala? mulai sekarang baca ya!!
Langganan:
Postingan (Atom)